Wak Santun, (Petugas Kebersihan Madrasah) Bertahan Dalam Kesabaran, Beban Hidup Jadi Berkurang

Reporter : Hare Kurniawan & Hilal Mabruri
Penulis : Rokimdakas

Wak Santun, bertahan dalam kesabaran

Wak Santun, bertahan dalam kesabaran

Mulanya biasa saja, pekerjaan Wak Santun (64) sebagai petugas kebersihan sekolah dianggap tidak istimewa tapi jika direnungi apa yang dilakukan sangatlah berarti. Dengan kondisi ruang kelas bersih peserta didik merasa nyaman belajar membuat mudah menyerap ilmu sehingga pintar. Dengan begitu dia ikut berperan sebagai elemen pendukung. Itu dilakoni selama 38 tahun di madrasah Nasrul Umam, Duduk Sampeyan , Gresik. Baca lebih lanjut

Iklan

Abdullah Chobir, (Muadzin) 30 Tahun Tak Pernah Telat Menyiapkan Shalat Berjamaah

Reporter : Didik Haryanto & Musa Al Kadzim
Penulis : Rokimdakas

Pak Chobir, 30 tahun jadi Muadzin Masjid Jami' Gresik

Pak Chobir, 30 tahun jadi Muadzin Masjid Jami' Gresik

Tak ada yang istimewa pada penampilan Abdullah Chobir (76), pada jam-jam tertentu dia terlihat mengayuh sepeda butut di seputar alun-alun. Namun jika disimak kehidupannya , kita terperanjat dibuatnya. Betapa tidak, selama 30 tahun dia melantunkan adzan dan menyiapkan shalat berjamaah di masjid jamik Gresik. “Alhamdulillah, saya tak pernah badar.” Baca lebih lanjut

Kastimin, (Mudin Kampung) Baru 2 Tahun Dapat Bayaran Rp 30 Ribu / Jenazah

Reporter : Hare Kurniawan & Hilal Mabruri
Penulis : Rokimdakas

Mbah Kastimin, Mudin kampung dari Ujung Pangkah, Gresik

Mbah Kastimin, Mudin kampung dari Ujung Pangkah, Gresik

Apa yang dialami seseorang sering menyimpang dari perkiraan, seperti dialami Kastimin. Setelah lulus dari pesantren Legowo dia berharap bisa menjadi ustadz atau mubaligh sambil berdagang namun warga desanya meminta agar meminta dia menjadi mudin kifayah mengurusi jenazah, sebuah realita yang jauh dari mimpi. Baca lebih lanjut

Abdurrachman Chadry, 37 tahun menjadi Guru Bantu

Reporter : Hare Kurniawan & Hilal Mabruri
Penulis : Rokimdakas

Chadri sedang membagi 'ilmu' kepada anak-anak kampung

Chadri sedang membagi 'ilmu' kepada anak-anak kampung

Betapa sering kita dianjurkan agar gemar berbagi ilmu demi terbentuknya kaum penerus yang lebih baik namun hanya sedikit yang melakukan anjuran mulai itu. Diantara yang sedikit itu tercatat nama Abdurrachman Chadry (68). Bermodal bahasa Inggris dia mengajari anak-anak seputar Gresik. Baca lebih lanjut

Ust H. Saiful Bahri, Guru Ngaji yang bersahaja

Reporter : Didik Haryanto
Penulis : Rokimdakas

Ustadz Bahri bersama para santrinya.

Ustadz Bahri bersama para santrinya.

Apa yang bisa disyukuri jika tiba saatnya kita tidak mampu lagi berperan dalam kehidupan? Bila pertanyaan itu melintas dalam benaknya kemudian Saiful Bachri membaca papan bertuliskan, “Sebaik-baik kamu adalah orang yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya”, matanya berkaca-kaca. Seperempat abad sudah dia tekun mengajari ratusan anak-anak dan orang tua agar bisa membaca kitab suci. Baca lebih lanjut

Sungkowo, (Penggali Kubur) Sangat Sulit Menggali Makam Orang Pelit

Reporter : Hare Kurniawan & Hilal Mabruri
Penulis : Rokimdakas

Sungkowo : menggali tanah kubur orang pelit, sungguh sulit

Sungkowo : menggali tanah kubur orang pelit, sungguh sulit

Ada satu kepastian dalam hidup ini: mati. Tapi siapa yang membantu jika kematian itu benar-benar tiba? Mendengar pertanyaan itu Sungkowo (51) hanya tersenyum. Sebab pasti dirinya yang akan dicari jika malaikat maut telah menjalan tugasnya. Sudah 32 tahun dia sukarela menggali kubur. “Mudah tidaknya penggalian kubur itu tergantung amal perbuatan orangnya semasa hidup, jika orangnya pelit pengerukan tanahnya amat sulit.” Ini bukan kisah sinetron. Baca lebih lanjut

Suwoto, (Hansip Kampung) Kalau Ada Hajatan Baru Dapat Bayaran

Reporter : Hare Kurniawan & Hilal Mabruri
Penulis : Rokimdakas

Suwoto: saya cuma seorang Hansip..

Suwoto: saya cuma seorang Hansip..

Sekali jadi hansip tetap jadi hansip. Begitulah semboyan Suwoto (60) yang berbangga diri atas perannya menjadi Hansip Kampung selama 19 tahun. Beragam jenis pekerjaan pernah dicoba namun suratan takdir seakan menggaris hidupnya untuk menjadi Hansip, menjaga keamanan dan ketertiban desa. Sebuah pekerjaan yang kian jarang peminat. Baca lebih lanjut