Biaya Persalinan Gratis di RSUD Dr.Soetomo

Rencana Kementerian Kesehatan menggratiskan biaya persalinan tahun 2011 di RSUD mendapat sambutan positif . Hanya saja, mekanisme pelaksanaan dan anggaran yang ditetapkan harus digodok matang sebelum rencana tersebut diimplementasikan.

Direktur Utama RSUD dr Soetomo, Dr dr Slamet Riyadi Yuwono mengatakan, rencana tersebut sangat bagus karena tidak hanya membantu warga miskin. Namun juga menekan angka pertumbuhan penduduk. Namun pemerintah pusat harus benar-benar mematangkan rencana tersebut sebelum dijalankan. Termasuk membahas masalah anggaran dengan pemerintah daerah.

“Yang berhubungan langsung dengan masyarakat kan kami. Kalau juklak (petunjuk pelaksanaan) dan juknis (petunjuk teknis)-nya tidak ditetapkan secara pasti, kami yang akan kerepotan,” kata Slamet, Jumat (20/8).

Seperti diberitakan Surabaya Post, Jumat (20/8), ada kabar gembira bagi para ibu yang kurang mampu. Pada 2011 mendatang Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan menggratiskan biaya gratis persalinan di seluruh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kelas III dan juga pelayanan Puskesmas. “Untuk rencana tahun depan (2011), seluruh persalinan akan ditanggung oleh pemerintah khususnya di pelayanan kelas 3 RSUD dan Puskesmas,” ujar Menteri Kesehatan (Menkes) Endang Rahayu Sedyaningsih.

Slamet mengatakan, petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis yang ditetapkan pun tidak hanya menyangkut pelayanan yang diberikan, tapi juga layanan apa saja yang ditanggung pemerintah. “Tak terkecuali syarat dan ketentuan yang jelas bagi masyarakat yang ingin mendapatkan layanan ini,” katanya.

Slamet mencontohkan penentuan apakah kehamilan tersebut yang kedua atau ketiga. Masalah ini harus dipertegas karena kehamilan setelah anak pertama lahir ciri-cirinya sama. Memang, hal itu bisa dibuktikan melalui dokumen seperti kartu susunan keluarga dan sebagainya. Namun kemungkinan adanya kecurangan untuk mendapatkan layanan gratis bisa saja terjadi.

“Kalau ciri-ciri kehamilan pertama masih bisa dibedakan. Yang susah kan menentukan apakah ini kehamilan kedua atau ketiga,” kata Slamet.

Selain itu, masalah anggaran juga harus dipertegas. Artinya, dalam penggratisan biaya persalinan ini, pemerintah pusat ikut melibatkan pemerintah daerah atau tidak. Slamet mengatakan, hal tersebut harus dibahas untuk memperjelas mana saja biaya yang ditanggung pemerintah pusat dan mana yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Ini juga akan memudahkan pihak rumah sakit dalam mengajukan klaim.

“Sistem rujukan juga harus diperjelas karena ini penting bagi kami sebagai salah satu rumah sakit rujukan,” katanya.

Gandeng Swasta

Sementara sebagai Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Jawa Timur, Slamet menyarankan, agar pemerintah turut menggandeng rumah sakit swasta. Pasalnya, rumah sakit swasta sekarang banyak tersebar di berbagai wilayah. Pasien yang rumahnya lebih dekat dengan rumah sakit swasta bisa memperoleh pertolongan lebih cepat daripada harus mencari rumah sakit milik pemerintah atau puskesmas.

Slamet yakin, pihak rumah sakit swasta tidak akan keberatan jika ikut dilibatkan selama pemerintah mau menanggung klaim yang diajukan. Dengan menggandeng rumah sakit swasta, angka kematian bayi dan ibu saat melahirkan bisa ikut ditekan.

“Kalau jarak tempat tinggal dengan rumah sakit pemerintah atau puskesmas terlalu jauh sementara kondisinya gawat, ibu maupun bayinya bisa meninggal di perjalanan,” kata Slamet.

Sumber : http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=06aac84557cfe680677843e2fd62e5c1&jenis=c81e728d9d4c2f636f067f89cc14862c

Satu Tanggapan

  1. Semoga implementasinya juga berjalan mulus.

Komentar & Pertanyaan yang santun pasti dimuat, iklan boleh tapi jangan berlebihan (SPAM)

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: