Relokasi Pedagang di Tiga Pasar Dilakukan Sesuai Jadwal

SURABAYA – Wali Kota Bambang Dwi Hartono tak terpengaruh oleh desakan pengelola Pasar Keputran, Peneleh, dan Koblen yang meminta relokasi ditunda saat demo di balai kota kemarin (3/5). Hingga kemarin, orang nomor satu di instansi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya itu menegaskan, relokasi pedagang di tiga pasar tersebut ke Pasar Induk Osowilangun Surabaya (PIOS) dan tempat lain tetap dilakukan sesuai dengan jadwal.

“Relokasi tetap jadi karena tadi pagi (kemarin pagi, Red) saya sudah hubungi Kapolwil dan siap membantu kami,” terang Bambang setelah sosialisasi program e-RT/RW di Kelurahan Sidotopo Wetan kemarin.

Sumber :
http://jawapos.co.id/metropolis/index.php?act=showpage&kat=1&subkat=20
Dia menegaskan bahwa relokasi para pedagang pasar mulai berlangsung tadi malam, yaitu dimulai dari pemindahan pedagang grosir di Pasar Keputran. “Pokoknya, nanti malam (kemarin malam, Red) jadi (relokasi pedagang grosir, Red),” tandas Bambang.

Dia menjelaskan, rencana relokasi pedagang Keputran bukan kali pertama. Pemkot sebelumnya beberapa kali ingin merelokasi mereka, namun selalu gagal. Karena itu, kali ini pemkot tidak ingin relokasi tersebut gagal.

Soal momen yang tidak tepat karena pilwali Surabaya akan berlangsung, Bambang menganggap hal itu tidak menjadi persoalan. “Nggak masalah, karena ini (relokasi pedagang pasar, Red) tidak bisa ditunda,” ujarnya.

Sebab, relokasi tersebut menyangkut kepentingan masyarakat luas. “Ada yang bilang, kok bodoh Pak Bambang mau pilwali malah merelokasi pedagang. Saya tidak mau memikirkan diri sendiri, tapi ini kepentingan masyarakat,” tuturnya.

Ketegasan Bambang itu diungkapkan untuk menjawab aksi pengelola pedagang Keputran, Peneleh, dan Koblen yang nglurug balai kota kemarin. Bersama anggotanya, mereka meminta relokasi ditunda. Namun, wali kota dan Kapolwil berbulat tekad untuk tetap menertibkan tiga kawasan tersebut.

Demo yang berlangsung sekitar satu jam itu hanya diikuti sekitar seratus pedagang. Aksi tersebut tidak merepresentasikan pedagang Keputran yang jumlahnya mencapai sekitar 1.500 orang. Tiga pengelola pasar, yaitu Haji Muhammad (Keputran), Edi Parlin (Peneleh), dan Wayan Arcana (Koblen), melayangkan lima tuntutan kepada pemkot.

Di antaranya, mereka menolak penggusuran paksa dan relokasi ke PIOS. Mereka juga menuntut dilibatkannya pedagang dalam menentukan rencana relokasi, mendesak DPRD Surabaya untuk membatalkan rencana relokasi, dan meminta pembahasan kembali rencana relokasi hingga pilwali selesai.

Mereka ditemui Muhlas Udin, asisten II yang membidangi masalah administasi pembangunan. Muhlas didampingi Plt Kepala Satpol PP Arief Boediarto. Edi mengatakan, pedagang meminta waktu untuk mencari tempat relokasi. “Beri kami waktu. Apalagi, ini kan mau pilwali. Wali kota tentu ingin kondisi Surabaya kondusif,” ucapnya.

Wayan menambahkan, keputusan pemkot merelokasi pedagang ke PIOS dinilai terlalu terburu-buru. Apalagi, relokasi ke kawasan tersebut dinilai dilakukan tanpa studi banding. “Kawasan situ airnya asin karena air laut. Itu bisa mengakibatkan sayuran dan buah-buahan yang kami simpan nanti tidak tahan lama,” ungkap Wayan.

Seharusnya, tegas dia, pemkot tidak merelokasi pedagang ke wilayah tersebut. Tak hanya itu, pengelola juga meminta pemkot berkaca pada peristiwa berdarah di Priok, Jakarta, beberapa waktu lalu. “Jangan ada penggusuran lah kalau ingin Surabaya kondusif. Apalagi, ini menjelang pilwali,” gertak Muhammad.

Sekitar 30 menit pengelola dan pemkot bernegosiasi. Muhlas menyatakan tidak bisa memutuskan menunda relokasi. “Saya sampaikan aspirasi ini dulu ke wali kota. Paling lambat besok pagi (pagi ini, Red) jawaban akan diberikan,” ujarnya.

Komentar & Pertanyaan yang santun pasti dimuat, iklan boleh tapi jangan berlebihan (SPAM)

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: