Satpol PP Musuh Rakyat kecil?

satpol PP
Institusi Satpol PP sudah berumur 60 tahun, Rabu (3/3), namun seringnya tebang pilih dalam penertiban dan penampilan sangar membuat lembaga ini tidak mendapat simpati rakyat. Bahkan, kerap kali rakyat membenci mereka.

Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya, Ratih Retnowati menyatakan, prestasi Satpol PP Surabaya sebenarnya bagus. “Mereka sering patroli di berbagai tempat untuk menertibkan banyak hal, terutama bangunan liar (bangli),” tuturnya kemarin.

Namun sayang, penertiban bangli terkesan tidak konsisten dan tebang pilih. Kalau ada sederet bangli yang mengganggu arus lalu lintas, kata politisi Partai Demokrat ini, hanya di lokasi tertentu saja yang dibongkar. Demikian pula saat menggusur PKL.

Tak hanya itu, kata Ratih, penampilan personel Satpol PP kurang memihak kepada rakyat. Sikap sangar membuat aparat ini tak mendapat simpati rakyat. “Kalau garang, pasti akan ditentang warga,” tuturnya.

Hal senada juga diungkapkan anggota Komisi D, Masduki Toha. Politisi dari PKB ini melihat Satpol PP dalam menegakkan perda juga terkesan diskriminatif. Penertiban terkesan sarat kepentingan politis, sehingga tebang pilih. Penampilan garang yang membuat rakyat takut atau marah, semestinya biasa diganti dengan pendekatan persuasif. “Gunakan pendekatan persuasif sehingga tidak ditentang warga saat penertiban,” ungkapnya.

Kepala Satpol PP Surabaya, Arief Budiarto mengakui, kinerja institusinya masih banyak kekurangan. Karena itu, perlu pembenahan secepat mungkin. “Banyak hal yang harus kami benahi agar mendapat simpati masyarakat,” tuturnya.

Arief mengatakan, dalam waktu dekat akan menertibkan bangli dan PKL terutama di Pasar Keputran dan Peneleh. Namun, karena jumlah personel hanya sekitar 300 orang, penertiban tak berjalan optimal.

“Jumlah personel idealnya 700-an orang. Usulan penambahan ini telah kami sampaikan kepada wali kota lewat Badan Kepegawaian Daerah (BKD), dan akan ditindaklanjuti,” ujarnya.

Kekurangan jumlah personel juga diakui Kepala Kantor Satpol PP Gresik, Karno. Saat ini, katanya, lembaga yang dipimpinnya hanya punya 167 personel. Sebagian mereka bertugas menjaga rumah dinas bupati, wakil bupati, gedung DPRD, kantor bupati, Dinkes, dan Badan Perizinan. “Kalau diukur dari luas wilayah dan banyaknya jumlah penduduk, jumlah personel Satpol PP memang sangat minim,” tegasnya.

Karno berharap ada tambahan tenaga baru terutama yang baru lulus SMA. Sehingga secara fisik, masih bisa sangat diandalkan. Bila ada tambahan tenaga baru, maka tenaga yang senior akan ditugaskan di lingkungan kecamatan. Sehingga bila ada kegiatan penertiban di tingkat kecamatan, sudah bisa sejalan. Tidak seperti saat ini, kata Karno, setiap kali ada kegiatan di kecamatan, petugas trantib kecamatan selalu tidak ‘nyambung’ dengan keinginan Satpol PP Kabupaten. “Ini juga sering jadi kendala kita di lapangan,” katanya.

Mengenai kendaraan dinas, dinilai Karno, sudah sangat uzur. Tiga truk dan dua motor (satu rusak total) milik Satpol PP sudah jarang dipakai karena tidak layak. Kalau dipergunakan, selalu diatur secara gantian agar kalau rusak tidak bersamaan.

Karno menyadari, sebagai aparat penegak perda, lembaganya selalu berhadapan dengan segala macam kelas masyarakat. Bahkan, 70 persen adalah rakyat kecil, sisanya pengusaha. “Kalau berhadapan dengan pengusaha, mereka masih nurut,” tambahnya.

Bupati Lumbung Informasi Rakyat (LiRA) Gresik, Anam menyatakan, Satpol PP adalah musuh rakyat kecil. Terbukti, selama ini, mereka hanya berani menggusur rombong PKL, tanpa pernah berani menyentuh industri besar yang terbukti tidak dilengkapi dokumen resmi. “Cuma satu kata untuk Satpol PP, mereka musuh rakyat kecil,” tegas Anam.

Sumber: http://www.surya.co.id/2010/03/04/sangar-dan-tebang-pilih-satpol-pp-jadi-musuh-rakyat.html

2 Tanggapan

  1. Kepada Yth,
    Kepala Satpol PP

    Mohon ditertibkan PKL-PKL yang berjualan di sekitar makam ngagel karena fungsi trotoar untuk pejalan kaki beralih menjadi lapak-lapak orang berjualan dan di dalam area makam menjadi tempat barang-barang PKL,Jadi makam yang seharusnya menjadi bersih keliatan kumuh karena dijadikan tempat-tempat PKL menaruh barang,saya lihat sering kali ditertibkan tapi masih saja berjualan kembali,saya sarankan klo sudah habis ditertibkan agar diberi pot-pot tanaman saja ditengah-tengah trotoar.apalagi tempatnya dekat makam pahlawan jadi kan kasihan pejalan kaki harus berjalan dipinggir jalan raya dan sangat membahayakan pejalan kaki karena arus lalulintas disekitar daerah itu juga padat,mengapa bisa beralih fungsi menjadi tempat-tempat PKL berjualan,kan seharusnya trotoar menjadi tempat pejalan kaki??mohon segera di tindak lanjuti laporan saya ini dan untuk pihak-pihak terkait mohon di bantu penertibannya.

    terima kasih
    Bp.Nova
    Jl.Wonorejo
    Surabaya

  2. Kepada Yth,
    Kepala Satpol PP

    Mohon ditertibkan Bangunan Liar di sekitar Makam Peneleh. Makam yg seharusnya menjadi cagar budaya dan ikon sejarah Kota Surabaya menjadi rusuh dan terlihat kumuh,oleh adanya gubuk liar didepan makam yang terlihat dari jalan raya. Jadinya Makam nya tidak terlihat dari luar,malah yang terlihat gubuk yang menutupi makam tersebut.

    Satpol PP harus tegas dan tidak malas dalam menindak bangunan liar yang mengganggu estetika keindahan makam sejarah tersebut.

    Terima Kasih,

    Suheri
    Undaan,Surabaya

Komentar & Pertanyaan yang santun pasti dimuat, iklan boleh tapi jangan berlebihan (SPAM)

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: