Lebih dari 15 Menit, Mobil Bandel di Juanda akan digembok

wheel lock

Photo diatas hanya ilustrasi.

Sekali lagi ditegaskan kendaraan roda empat haram berlama-lama menurunkan dan menaikkan penumpang di Bandara Internasional Juanda Surabaya.

Jika lebih dari 15 menit berhenti di drop zone (area menurunkan) dan pick up zone (area menaikkan), maka petugas bandara akan menggembok ban mobil tersebut karena dinilai bandel dan memicu keruwuten. “Aturan tersebut resmi kita berlakukan sejak 1 Maret lalu,” ujar Trikora Hardjo, General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Juanda, kepada wartawan, Kamis (4/3). Sejak diberlakukan, setidaknya 30 mobil tertangkap basah melanggar dan langsung digembok oleh petugas,

Menurut Trikora, aturan tersebut menjawab keluhan pengguna Bandara Juanda, bahwa banyak mobil parkir sembarangan di drop zone dan pick up zone sangat menghambat alur lalu lintas. “Penggembokan merupakan upaya shock therapy agar pemilik kendaraan tidak mengulangi perbuatan,” jelasnya.

PT Angkasa Pura menyiapkan 10 gembok. Jika jumlah mobil bandel lebih banyak, jumlah gembok ban mobil (wheel lock) akan ditambah. Lima petugas setiap shift disiagakan khusus untuk menjalankan aturan baru ini.

Dijelaskan, waktu maksimal 15 menit dinilai lebih dari cukup bagi kendaraan yang akan menaikkan dan menurunkan penumpang dan barang. Karena estimasi waktu tersebut dibuat maksimal. Jika orang yang diturunkan dari kendaraan hanya satu atau dua orang dengan barang bawaan yang tidak seberapa, waktu yang diperlukan dipastikan lebih singkat. Hal serupa juga terjadi bagi yang akan naik mobil jemputan.

Trikora berjanji bertindak tegas dan tidak tebang pilih menggembok mobil yang parkir sembarangan. “Baik mobil militer, pelat merah, maupun mobil sipil kalau melanggar akan ditindak. Kita tidak akan tebang pilih. Tapi khusus untuk mobil rombongan VVIP tentu ada pengecualian,” tandasnya.

Pengaturan kendaraan dirasa vital karena rata-rata kendaraan yang datang ke Bandara Juanda setiap hari berkisar 12.000-14.000 unit. Bahkan ketika puncaknya, yakni pada hari libur, Lebaran, Natal, dan tahun baru jumlahnya mencapai 17.000-18.000 unit setiap hari. Jumlah tersebut belum termasuk ratusan taksi yang stand by di bandara.

Manajer Humas PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Juanda, Firston Mansyur menambahkan, agar semua pengguna jasa bandara tahu, aturan penggembokan mobil ini akan diujicobakan selama dua minggu. Selama waktu tersebut, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi, mulai menempel pengumuman, memasang spanduk, patroli dengan woro-woro menggunakan pengeras suara, hingga sosialisasi lewat media massa.

Para pengendara mobil yang melanggar dipanggil ke pos security bandara. “Pengendara mobil diberi pengarahan adanya aturan baru tersebut dan diminta tidak mengulangi perbuatan, sebelum akhirnya gembok dilepaskan,” katanya kepada Surya.

Setelah uji coba dua minggu, kata Sony – panggilan Firston Mansyur — PT Angkasa Pura I akan mengevaluasi pemberlakukan aturan baru yang diamanatkan SKEP Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Nomor 100/XI/1985 tentang Tata Tertib Bandara Udara dan Undang-Undang Tata Tertib Lalu Lintas. “Dari hasil evaluasi nanti, baru diketahui apakah waktunya dipercepat atau diperlambat,” tandasnya.nuji

Sumber : http://www.surya.co.id/2010/03/05/puluhan-mobil-bandel-di-juanda-digembok.html

Satu Tanggapan

  1. malah lebih menguntungkan buat yg punya…biar mobilnya ga dimaling…hehehe

Komentar & Pertanyaan yang santun pasti dimuat, iklan boleh tapi jangan berlebihan (SPAM)

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: