500 anak & 1600 Dewasa di Surabaya Buta Aksara

Di tahun 2010 Dindik Surabaya mendapati 4.076 warga yang putus sekolah.
Pemkot dan Dindik Surabaya kembali menggalakkan program pemberantasan buta aksara dan penuntasan wajib belajar sembilan tahun.

Perburuan target bebas buta aksara itu ditegaskan ulang Wali Kota Surabaya Bambang DH dalam peresmian program Surabaya Bebas Buta Aksara 2010 dan penyerahan ijazah kejar paket A,B,C periode II 2009 di Pasar Buku Indonesia Cerdas (PBIC) Kapas Krampung Plasa, Minggu (28/2).

Masih ada sedikitnya 500-an anak di Surabaya yang buta aksara. Pemkot berupaya memeranginya lewat sweeping dan Kejar Paket a, B, dan C.

Menurut Wali Kota Bambang DH yang buta aksara tak hanya anak-anak. Data terakhir 2009, katanya, ada sekitar 1.600-an orang dewasa (usia di atas 25 tahun) yang juga tak bisa membaca dan menulis.

“Meski demikian, Surabaya masih tetap menjadi kota besar dengan angka buta aksara kecil,” ungkapnya saat peresmian program Surabaya Bebas Buta Aksara 2010 dan penyerahan ijazah kejar paket A, B, dan C Periode II 2009 di Pasar Buku Indonesia Cerdas (PBIC) Kapas Krampung Plasa, Minggu (28/2).

Surabaya, kata Bambang, lima tahun berturut-turut mendapatkan penghargaan dari Mendiknas dan Meneg Pemberdayaan Perempuan karena giatnya memberantas buta aksara. “Kami akan terus sweeping (mencari anak/orang buta aksara) lewat camat,” ujarnya dalam acara dihadiri 1.506 peserta Unas Kejar Paket A, B, dan C se Surabaya itu.

Bambang menarget angka buta aksara habis pada 2010 ini. “Saya sudah bicara dengan pihak Diknas. Mereka menyatakan telah menyiapkan sekitar 10.000 guru untuk memberantas buta aksara. Nantinya, guru-guru itu akan ‘mengeroyok’ sekitar 500-an anak-anak buta aksara supaya benar-benar bersih,” tegasnya.

Kabid Kesenian, Olahraga, dan Pendidikan Luar Sekolah Diknas Surabaya Edi Santoso menambahkan, terkait pemberantasan buta aksara, pihaknya telah menyiapkan sekitar 51 lembaga pendidikan nonformal untuk Kejar Paket.

Pada 2009, kata Edi, jumlah peserta Unas Kejar Paket A, B, dan C 4.601 orang. Dari jumlah itu, yang lulus 4.328 dan tak lulus 273 orang. Sedangkan warga belajar yang masih aktif Kejar Paket untuk 2010-2011 mencapai 3.384 orang, terdiri atas 358 orang untuk Paket A, 1.250 Paket B, dan 1.776 Paket C.

Sumber :
http://www.surya.co.id/2010/03/01/berantas-buta-aksara-camat-dikerahkan.html
http://www.surya.co.id/2010/03/01/500-anak-surabaya-buta-aksara.html

Satu Tanggapan

  1. wah,kayaknya akan jadi proyek baru tu buat birokrat. wajar 9 tahun di Surabaya ke tiga kalinya di dengungkan. pa gak malu tu, anggarannya turun terus tapi kenyataannya gak ada. terbukti kan buta aksara masih banya..

Komentar & Pertanyaan yang santun pasti dimuat, iklan boleh tapi jangan berlebihan (SPAM)

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: