Di Simogunung, ratusan anak tanpa Identitas

Ratusan anak di kampung Simogunung Baru Jaya Kelurahan Putat Jaya Kecamatan Sawahan Surabaya tidak memiliki identitas kependudukan. Pemerintah setempat enggan memasukkan data anak-anak itu lantaran lahan yang warga masih bermaslah. Akibatnya diusia mereka yang sudah menginjak dibangku sekolah terpaksa hanya ditipkan saja.

Menurut Tarmuji (55 tahun) salah satu tokoh warga kampung Simogunung Baru Jaya mengatakan, sedikitnya ada sekitar 300 anak yang tidak terdata pada pemerintah setempat sehingga sama sekali tidak memiliki akte kelahiran. Pasalnya, orangtua mereka tidak bisa memasukkan nama mereka di kartu susunan keluarga (KSK) karena kendala tempat tinggal.

Kata Tarmuji, kecamatan Sawahan, tidak mau menambahkan nama anak-anak mereka dalam KSK dengan alasan tanah yang ditempati warga masih bermasalah. Imbasnya, dari 650 KK yang menempati areal 4,3 hektar di Simogunung Baru Jaya hanya 70 KK saja yang sudah mempunyai KTP dan KSK.

“Sisanya, malah tidak memiliki KTP dan KSK. Yang 70 KK itu masih bisa memperpanjang KTP namun khusus KSK tidak bisa menambahkan nama anak-anaknya. Ini khan aneh, karena kita sudah tinggal di kawasan tersebut selama 13 tahun lebih tapi anak-anak tidak bisa memiliki identitas kependudukan seperti akte kelahiran. Padahal untuk sekolah harus punya apalagi saat ujian sekolah,” terangnya.

Dijelaskan Tarmuji 650 KK sudah cukup lama menempati tanah negara bekas AURI. Karena alasan tanah bermasalah, warga yang menempati lahan hanya sebagian kecil yang memiliki KTP dan KSK. “Dulu saat Pak Bambang DH belum jadi Walikota Surabaya, dijanjikan akan dituntaskan persoalan ini oleh pemerintah sebelumnya. Namun kenyataannya, hingga masa kepemimpinan berakhir tidak ada hasilnya,”keluhnya.

Agar persoalan tersebut tidak terkatung-katung dan mengancam masa depanya karena tidak memiliki akte kelahiran, Tarmuji bersama perwakilan warga setempat berudaha mengadukan persoalan tersebut ke Fraksi Partai Demokrat DPRD Surabaya. Karena Komisi A yang membidangi masalah tersebut belum definitif, warga hanya dijanjikan kembali minggu depan.

“Dijanjikan nanti kalau sudah definitif. Semoga para wakil rakyat memperhatikan mereka. Karena bagaimanapu mereka berhak mendapatkan kesempatan yang sama,” tukasnya.***
Sumber : http://www.republika.co.id/berita/78684/Ratusan_Anak_di_Surabaya_tanpa_Identitas

Komentar & Pertanyaan yang santun pasti dimuat, iklan boleh tapi jangan berlebihan (SPAM)

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: