Pemblokiran Facebook di Kantor PEMKOT Surabaya

no  facebook
Pemblokiran Facebook dan Yahoo! Messenger (YM) pada jaringan internet pemkot mendapatkan tanggapan beragam dari pejabat dan karyawan di lembaga eksekutif itu. Mereka mengatakan jarang menggunakan fasilitas kantor untuk mengakses situs pertemanan tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Esty Martiana Rachmie mengemukakan, pemblokiran Facebook tidak berdampak apa pun bagi staf di lingkungannya. Sebab, pekerjaan yang harus diselesaikan jajarannya sangat padat. Karena itu, stafnya tidak akan sempat untuk membuka Facebook. “Komputer nggak ada yang nganggur di sini,” kata Esty di kantornya kemarin (6/9).

Esty menyambut baik jika Facebook benar-benar diblokir. Apalagi, stafnya sering mengeluhkan sulit mengirimkan data ke satuan kerja pemerintah daerah (SKPD) lain. Jaringan internet juga dirasakan sangat lamban. Karena itu, Esty berharap setelah Facebook diblokir, jaringan internet pemkot lebih lancar.

Seperti diberitakan, dinas komunikasi dan informatika (diskominfo) memutuskan untuk memblokir situs Facebook dan YM. Sebab, banyak karyawan Pemkot yang chatting dan Facebook-an saat jam kerja. Selain kinerja menurun, hal itu menimbulkan traffic internet di lingkungan pemkot. Akibatnya, urusan pekerjaan sering terganggu. Pembatasan akses Facebook dan YM diberlakukan di seluruh instansi di bawah pemkot tanpa kecuali. Tidak hanya di lingkungan balai kota.

Benarkah, karyawan pemkot keranjingan Facebook? Camat Rungkut Irvan Widyanto mengatakan tidak pernah mengakses situs yang dibangun oleh Mark Zuckerberg itu melalui jaringan internet pemkot.

Menurut Irvan, dirinya menggunakan notebook untuk browsing maupun surfing, termasuk membuka Facebook. “Lagi pula, ada fasilitas wifi di Kecamatan Rungkut. Jadi, ya tidak perlu online pakai jaringan pemkot,” kata dia.

Lulusan Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) itu mengemukakan, sangat jarang stafnya yang membuka Facebook saat jam kerja. “Tidak ada kinerja yang terganggu,” tegas dia. Karena itu, Irvan tidak mempermasalahkan jika diskominfo memblokir situs tersebut.

Pendapat senada diungkapkan Plt Satpol PP Arief Boediarto. Pria yang memanfaatkan Facebook untuk menyerap informasi dari masyarakat mengenai keberadaan PKL itu mengatakan tidak terpengaruh dengan kebijakan baru tersebut. Sebab, dia memiliki modem dan laptop sendiri.

Menurut Arief, di antara sembilan komputer di kantornya, tidak ada yang digunakan stafnya untuk Facebook-an. “Sebagian besar staf satpol PP kan di lapangan. Jadi, mereka lebih banyak di luar ketimbang bersentuhan dengan komputer di ruangan,” tutur dia.

Meski demikian, sebagian pejabat dan karyawan tidak setuju jika fasilitas YM ikut dibekukan. Sebab, sarana chatting melalui dunia maya itu masih diperlukan.

Kepala Bagian Perlengkapan Noer Oemarjati mengakui bahwa stafnya, terutama yang mengurusi masalah lelang, sering memanfaatkan YM. Namun, penggunaannya terkait dengan urusan kerja. “YM kami pakai untuk berkomunikasi dengan bagian bina program. Kami harus sering bertukar informasi dan mengirim data mengenai proses lelang ke sana,” ucap dia.

Apalagi, lanjut Noer, jaringan telepon pemkot sangat sibuk sehingga susah untuk berkomunikasi melalui telepon kantor. “Kala terus-menerus pakai ponsel (telepon seluler, Red) sendiri, ya boros,” ujar Noer.

Hal senada diungkapkan staf badan perencanaan dan pembangunan kota (bappeko) Iman Christian. Menurut dia, YM sangat bermanfaat untuk proses transfer data ke SKPD lain. “Dikirim manual kan lama,” kata dia. Meski demikian, Iman tidak mempersoalkan pemblokiran YM. Sebab, dia memiliki ponsel yang dilengkapi dengan fasilitas chatting.

Kepala Bina Program Agus Imam Sonhaji mengungkapkan hal yang sama. Selama ini, YM dinilai sangat membantu kelancaran komunikasi antara dia dan bawahannya. Juga komunikasi antarinstansi. “Kadang line telepon kan penuh. Daripada harus jalan ke mereka, lebih baik pesan disampaikan lewat YM,” kata Agus. Selain itu, pejabat asli Kediri tersebut kerap memanfaatkan aplikasi YM untuk mengirim dan menerima file. “Kadang malah lebih cepat send file lewat YM daripada via e-mail,” imbuhnya.

Walau dirasa bermanfaat, Agus tidak mengelak bahwa aplikasi YM kadang bisa juga disalahgunakan untuk keperluan di luar kantor. Misalnya, chatting dengan orang lain di luar urusan. Untuk itu, bersama staf IT-nya, Agus sedang menggagas pembuatan aplikasi chatting yang hanya bisa dimanfaatkan untuk internal. Dengan begitu, komunikasi via chatting yang selama ini banyak mendukung pekerjaan masih bisa dilakukan.

Gagasan Agus itu juga dibenarkan oleh salah seorang praktisi IT, Nuansa Jala Persada. Software engineer dari perusahaan software house itu mengatakan, pembuatan aplikasi messenger sendiri merupakan langkah tepat. Terlebih jika jam pemanfaatan aplikasi messenger yang umum dibatasi. “Kalau buat messenger sendiri, user-nya kan mungkin bisa antarpegawai di lingkungan pemkot saja. Sehingga, tidak disalahgunakan untuk chatting di luar kepentingan pekerjaan,” terang Nuansa.***

Dikutip dari : http://www.jawapos.co.id/metropolis/index.php?act=detail&nid=89241

Satu Tanggapan

  1. Ñ☼ C☼MENT

    THAT ZO ZUCK

    FACEB☼☼K IS G☼☼►

Komentar & Pertanyaan yang santun pasti dimuat, iklan boleh tapi jangan berlebihan (SPAM)

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: