Warga Stren Kali Tolak Digusur, keliling bawa alat dapur

Foto: Imam Wahyudiyanta detiksurabaya.com

Foto: Imam Wahyudiyanta detiksurabaya.com


Seandainya Stren Kali Surabaya bisa ditata seperti pinggiran Kali Code di Yogyakarta, alangkah makin indahnya Kota Surabaya. Dan andaikan Bambang DH berpikiran sama seperti Walikota Yogyakarta, maka tak bakal ada penggusuran terhadap warga Stren Kali Surabaya.

Pengandaian itulah yang membuat warga Stren Kali Surabaya terus bertahan tetap menempati rumahnya. Menurut warga, penggusuran bukanlah solusi. Bahkan penggusuran makin menimbulkan persoalan di kemudian hari. Warga stren kali tetap akan melakukan usaha apa pun agar penggusuran tidak terjadi.

“Kami menuntut agar Bambang DH segera menghentikan penggusuran terhadap warga stren kali,” ujar Humas Paguyuban Stren Kali Surabaya, Gatot Subroto kepada wartawan saat melakukan aksi hentikan penggusuran warga stren kali di Kelurahan Ngagel Rejo,� Kamis (21/5/2009).

Dalam aksi itu, warga melakukan kerja bakti bersama menunjukkan bahwa warga dan lingkungan stren kali bisa bersih, tidak seperti apa yang dibayangkan oleh orang-orang. Selain itu, warga juga melakukan aksi cukup unik untuk menggugah kesadaran warga lain menentang penggusuran.

Sambil membawa alat-alat dapur yang ditabuh, para ibu dan anak-anak berkeliling kampung mengajak warga agar sama-sama jogo kali dan menolak rencana walikota menggusur warga stren kali. Selain ditabuh, ada juga alat-alat dapur yang dikenakan sebagai topi maupun aksesoris kalung.

Usai berkeliling kampung, giliran anak-anak yang beraksi. Mereka bersama-sama menulis surat ke walikota, gubernur dan presiden. Surat itu berisi permintaan agar tidak ada lagi penggusuran terhadap warga stren kali. Warga stren kali mau ditata tetapi tidak mau digusur.

Aksi tersebut dilakukan warga karena Pemkot Surabaya berencana akan menggusur kawasan di wilayah Kelurahan Ngagel Rejo yang terletak di bantaran sungai. Tercatat ada 340 rumah yang berisi 350 KK di 4 RT yang berada di kawasan bantaran sungai. RT-RT itu adalah RT 6 yang ada di RW 6, RT 6 dan 7 yang ada di RW 12 dan RT 7 yang berada di RW 11.

Sumber:
http://surabaya.detik.com/read/2009/05/21/130334/1135156/466/tolak-digusur-warga-stren-kali-usung-alat-dapur-keliling-kampung

Komentar & Pertanyaan yang santun pasti dimuat, iklan boleh tapi jangan berlebihan (SPAM)

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: