Bambang DH diadukan ke Patung Sudirman

Foto : Rois surabaya.detiki.com

Foto : Rois surabaya.detiki.com


Puluhan warga dari Paguyuban Warga Strenkali Surabaya (PWSS) Bratang putus asa setelah rumahnya terancam digusur pemerintah. Karena gagal bertemu Walikota Bambang DH, mereka pun akhirnya mengadu ke Patung Panglima Jenderal Sudirman yang berada di depan Balai Kota Surabaya.

“Kami sudah berupaya menghadap ke Walikota tapi tidak ditemui. Terpaksa kami melaporkan ke panglima karena Panglima Jenderal Sudirman adalah orang yang betul-betul memperjuangkan rakyatnya,” kata Said salah satu warga yang juga purnawirawan KKO (marinir) di depan patung pahlawan yang berada di Jalan Yos Sudarso ini, Selasa (19/5/2009).

Saat mengadu ke patung Panglima Jenderal Sudirman, Said dan warga itu bak melakukan upacara bendera. Said didapuk sebagai komandan upacara. Dengan lantang, diapun melakukan hormat ala militer. “Kepada Patung Jenderal Sudirman hormat grak,” teriak Said yang diikuti hormat warga lainnya.

Dalam laporannya ke patung Jenderal Surdirman, Said menyampaikan, bahwa niat pemerintah Kota Surabaya untuk menghabisi warga strenkali dinilai sebagai bentuk ketidakadilan. Pemerintah kota tandas dia tidak bertanggujawab terhadap warganya yang seharusnya dilindungi dan diayomi. Tugas pemerintah mengatur rakyat demi kesejahteraan dan kemakmuran, namun kata dia yang terjadi malah melakukan penindasan dan penggusuran.

“Karena itu, warga menuntut kepada Pemkot Surabaya untuk menghentikan penggusuran. Pengelolaan Kali Surabaya harus mengacu pada Perda no 9 Tahun 2007. Libatkan warga dalam proses menentukan perencanaan pembangunan yang berhubungan dengan pengelolaan kali. Pemerintah Kota Surabaya harus bertanggungjawab terhadap warga Jagir yang sampai saat ini tidak jelas nasibnya,” terangnya.

Dalam aksinya, warga yang dipimpin Said itu menggunakan jubah warna hitam sebagai bentuk keprihatian dan penolakan terhadap rencana penggusuran. Warga juga menggotong keranda mayat yang bertuliskan ‘matinya nurani pemkot’. Selain itu, warga juga mengusung berbagai poster yang diantaranya bertuliskan ‘Walikota dipilih rakyat, namun bertemu dengan rakyat kok sulit, kenapa yach’, ‘Kami siap renovasi bukan direlokasi’, ‘Stop penggusuran’.

Sumber asli:
http://surabaya.detik.com/read/2009/05/19/130255/1133864/466/warga-bratang-adukan-bambang-dh-ke-patung-sudirman

Komentar & Pertanyaan yang santun pasti dimuat, iklan boleh tapi jangan berlebihan (SPAM)

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: