Balada 20 tahun dalam Pasungan

Kalau dulu ada film Indonesia th.1980an berjudul Perempuan dalam Pasungan, yakinlah bahwa itu sebenarnya menggambarkan realitas sebenarnya dari masyarakat Indonesia saat itu. Meskipun kini telah banyak fasilitas Rumah Sakit Daerah yang memberikan pelayanan kesehatan mental, namun ternyata hingga kini, tak bisa dipungkiri masih banyak masyarakat terutama di daerah-daerah yang belum memahami ‘treatment’ dan therapy yang semestinya bagi anggota keluarga yang menderita gangguan kesehatan jiwa.

Ini terbukti dari berita terbaru yang dilansir oleh detik surabaya.

Kaki Mustofa dipasung/ Photo: Samsul Hadi detiksurabaya

Kaki Mustofa dipasung/ Photo: Samsul Hadi detiksurabaya

Adalah Mustofa (43 tahun) yang hingga kini hidup selama 20 tahun dengan kaki terpasung.


Mustofa (43) hanya bisa pasrah. Warga Kelurahan/Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar ini harus relah hidup dalam pasungan selama 20 tahun terakhir, setelah keluarganya tak lagi memiliki biaya untuk pengobatan sakit jiwa yang diidapnya.

Pemasungan terhadap Mustofa dilakukan sejak tahun 1989, tepatnya setelah dia berhasil diamankan setelah sempat kabur dari RSJ Lawang Malang. Tepat di belakang rumah, lelaki yang tidak lulus SMP tersebut dipasung dengan menggunakan sebatang kayu yang diletakkan saling tumpang tindih di satu kakinya.

Untuk kebutuhan makan sehari-hari, keluarganya secara bergantian memberikan melalui bungkusan. Sementara untuk kebutuhan buang air dilakukan di lokasi yang sama, dengan keluarganya secara bergiliran melakukan pembersihan.

“Nggak ada pilihan lain, Mas. Daripada dia menyakiti anggota keluarga lain, lebih baik kami yang berkorban merawatnya dalam pasungan,” kata Alifi (32), adik kandung Mustofa saat ditemui sejumlah wartawan di rumahnya, Senin (18/5/2009).

Awal mula gangguan jiwa yang diderita Mustofa, diakui oleh Alifi terjadi saat yang bersangkutan duduk di bangku kelas II SMP. Saat itu, dia dituduh mencuri sepeda angin milik temannya, meski kondisi yang sebenarnya pencurian tersebut tidak pernah terjadi.

“Sejak saat itu Mas Tofa (sapaan Mustofa) lebih sering mendekam dalam kamar. Ada masalah dipendam sendiri dan lama kelamaan jadi pemurung dan suka ngomel sendiri, hingga akhirnya nggak mau sekolah dan dikeluarkan,” jelas Alifi.

Kondisi Mustofa semakin parah, setelah dia kembali dituduh melakukan pencurian benih padi dan pupuk di rumah salah seorang tetangganya. Hal tersebut menjadikan Mustofa semakin parah mengalami depresi, meski setelah dilakukan pengusutan oleh keluarganya, pelaku pencurian bukanlah dirinya.

Sejak diketahui mengalami depresi berat, keluarga sudah tak henti-hentinya berusaha mengobatkannya. Mulai dari pengobatan alternatif, berkonsultasi ke seorang kiai hingga membawanya ke RSJ Lawang Malang.

“Seingat saya sudah 4 kali Mas Tofa keluar masuk rumah sakit jiwa, sebelum akhirnya tahun 1989 dia melarikan diri. Saat itu dia kami tangkap lagi tak jauh dari rumah, dan akhirnya keluarga memutuskan untuk memasungnya,” papar Alifi.

Sementara guna mengantisipasi kemungkinan Mustofa mengamuk dalam pasungan, secara rutin petugas medis dari Puskesmas Talun melakukan pemeriksaan kesehatan. Dalam pemeriksaan, petugas sekaligus juga memberikan obat penenang dengan dosis tertentu.

Secara terpisah Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, dr.Kuspardani mengaku belum mendapatkan laporan adanya pemasungan terhadap salah seorang warganya. “Kalau memang itu benar, tentu sangat memprihatinkan. Saya akan coba koordinasi dulu dengan puskesmas setempat, dan kalau memang benar kami akan berikan bantuan pengobatan,” ujar Kuspardani.***

Sumber asli :
http://surabaya.detik.com/read/2009/05/18/181152/1133552/475/gara-gara-dituduh-mencuri-20-tahun-mustofa-hidup-dipasung

Komentar & Pertanyaan yang santun pasti dimuat, iklan boleh tapi jangan berlebihan (SPAM)

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: