TAK ADA ALASAN TIDAK LINDUNGI CAGAR BUDAYA

Banyak kota-kota di Indonesia termasuk Surabaya, masih memiliki puluhan bangunan cagar budaya. Sayangnya seiring waktu dan keserakahan segelintir orang, bangunan-bangunan yang bisa menjadi kajian sejarah dan arsitektur ini makin terancam keberadaannya. Banyak bangunan Cagar Budaya yang dirobohkan demi pembangunan superMall, plaza dan ruko-ruko. Meskipun sudah berstatus ‘cagar budaya’ masih saja banyak konspirasi antara pejabat daerah setempat dengan penguasa properti yang ingin mengusung bangunan baru yang itu-itu saja : Plaza. Meskipun seringkali dikritik oleh pengamat budaya, dikecam pers lewat berbagai media, namun konspirasi itu terus berjalan. Bahkan ditengarai melibatkan para anggota dewan yang justru melahirkan perda Cagar Budaya itu sendiri. Mestinya bangunan baru tidak boleh menempati kawasan yang sudah tercatat sebagai cagar budaya. Plaza atau supermall seharusnya dibangun di pinggiran kota yang masih luas lahannya. Selain akan semakin memekarkan interest warga kota tidak melulu ke pusat kota, cara ini cukup efektif untuk melindungi bangunan-bangunan cagar budaya. Sebagai bahan perbandingan, betapa seriusnya Pemerintah daerah Fuzhau, China melindungi bangunan-bangunan bersejarahnya, berikut ini adalah cuplikan cara mereka menyelamatkan sebuah gereja yang usianya mencapai 100 tahun. Gereja tersebut akan mengalami perombakan karena adanya pembangunan jalan. Karena gereja ini termasuk bangunan bersejarah, maka banyak yang menyayangkan kalau bangunan ini harus dibongkar. Bagaimana caranya agar bangunan bersejarah ini tetap ada, tapi pembangunan jalan juga berlangsung. Yup! Manusia memang selalu diberikan akal dan ide-ide yang brilian. Gereja dengan berat 1.500 ton itu dipindahkan ke lokasi yang baru. Bagaimana caranya? Fondasi bangunan gerje di potong secara mendatar dan rata. Lalu banguan tersebut di geser dan di putar. Saat ini gereja tersebut sudah mulai berpindah posisi 80,6 meter. Ini bukan kejadian yang pertama, sebelumnya kejadian serupa pernah dilakukan. Yaitu pergeseran gedung kesenian di kawasan Shanghai. Saat itu dibuthkan waktu sekitar 5 bulan untuk menggeser gedung dengan berat 4000 ton itu. Setiap harinya bangunan tersebut digeser sejauh 3 meter. Bukan hanya itu di lokasi yang baru, tingginya di tambah menjadi 1,8 meter.

*** Sumber :http://aneh22.blogspot.com/2009/05/bangunan-bersejarah-digeser-dan-diputar.html

Komentar & Pertanyaan yang santun pasti dimuat, iklan boleh tapi jangan berlebihan (SPAM)

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: