Patung Suroboyo di Arena Ketabang DIBONGKAR

Ini mungkin bisa menjadi salah satu indikasi tentang lemahnya pengawasan pemkot dalam proyek-proyek infrastruktur. Lihat saja pembangunan Patung Suro Boyo di area Arena Ketabang. Kemarin (17/4) terungkap bahwa konstruksi patung itu tidak sesuai perencanaan awal. Akibatnya, patung yang sudah memasuki tahap finishing tersebut terancam dirobohkan kembali.

Kepala Bappeko Tri Rismaharini menjelaskan, ada dua kesalahan mendasar pada pembangunan patung itu. Pertama, sisi utama patung Suro dan Boyo menghadap ke barat. Akibatnya, patung tampak tidak begitu jelas jika dilihat dari seberang Kalimas. ”Padahal, pembangunan patung itu ditujukan untuk mencuri pandangan dari seberang Kalimas,” ujarnya.

Kesalahan kedua, kata dia, bentuk patung tidak sesuai ikon Surabaya asli. Seharusnya posisi moncong Suro dan Boyo berhadap-hadapan. Suro berada di sisi atas dan Boyo di bawah. Kenyataan yang ada di lapangan saat ini, kedua patung itu menghadap ke titik yang sama. Bentuknya tidak seperti ikon Surabaya kebanyakan.

”Ikon Surabaya yang benar itu seperti patung depan KBS (Kebun Binatang Surabaya, Red) itu lho,” tutur Risma. Ikon seperti itu juga menjadi simbol resmi yang digunakan dalam banyak hal. Misalnya, pencetakan buku, website, sampai stiker yang melambangkan Pemkot Surabaya.

Lebih jauh dia menjelaskan, ketidakberesan konstruksi patung tersebut ditemukan langsung oleh Wali Kota Bambang Dwi Hartono saat mendatangi lokasi pembangunan beberapa waktu lalu. Begitu melihat dari dekat bentuk patung, Bambang langsung menyatakan kurang sepakat pada bentuk saat ini.

Meski demikian, Risma membantah rencana pembangunan itu disebut amburadul. Dia menduga kekeliruan tersebut terjadi hanya karena perbedaan persepsi antara pemkot dengan pemahat patung. Di satu sisi, pemkot menilai patung itu lebih indah jika dilihat dari seberang sungai. Tapi, dari kacamata pemahat, patung tersebut justru lebih indah jika dilihat dari sisi tempat bermain.

”Katanya (pemahat, Red), bentuk yang sekarang itu memudahkan pengunjung kalau mau foto-foto. Padahal, bukan itu tujuannya,” tegasnya.

Dia mengaku, sangat mungkin patung tersebut dirombak untuk menyesuaikan dengan desain awal. Hanya, hal itu belum diputuskan. Termasuk kemungkinan adanya ganti rugi karena pemkot dirugikan.

Pembangunan patung tersebut memakan anggaran Rp 400 juta. Dana sebesar itu merupakan sumbangan dari PT Telkom sebagai bentuk CSR (corporate social responsibility).

Rencananya, patung itu menjadi hadiah untuk perayaan Ulang Tahun Ke-716 Surabaya pada 31 Mei mendatang. Sesuai jadwal, pengerjaan bisa selesai sebelum perayaan tersebut dilakukan. Tapi, tampaknya, hal itu sulit terwujud karena ada kesalahan konsep.

Risma menambahkan, pemkot saat ini masih menunggu maket patung ikon tersebut. Tujuannya, bisa melihat bentuk yang akan dikerjakan agar tidak salah lagi. ”Kalau ada miniaturnya, kan bisa dikira-kira nanti jadinya seperti apa,” ucapnya.

sumber asli:
http://www.jawapos.co.id/

Satu Tanggapan

  1. wah.wah..
    eman2 rek d bongkar maneh..
    hahhaa.

Komentar & Pertanyaan yang santun pasti dimuat, iklan boleh tapi jangan berlebihan (SPAM)

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: