Jual Beli Suara Semakin Tak Terkendali

Pelaksanaan Pemilu 2009 dengan sistem perolehan suara terbanyak telah membuka kran praktik-praktik jual beli suara. Hal itu semakin sulit dikendalikan karena pengawasan yang dilakukan juga lemah.

Menurut Koordinator Komite Pemilih Indonesia (Tepi), Jeirry Sumampow di ruang media center kantor KPU Jakarta, Selasa (14/4/2009), jual beli suara pada Pemilu 2009 sangat sulit dikendalikan karena sistem suara terbanyak. Akibatnya, saksi dari partai lain yang seharusnya bisa memberikan pengawasan, saat ini hanya sibuk mengurusi perolehan partainya saja.

“Memang sistem Pemilu kita saat ini membuka peluang itu, dengan minimnya kontrol dari partai lain maupun lembaga pengawas dan pemantau,” terangnya. Mantan ketua Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) itu juga membandingkan sistem Pemilu saat ini dengan 2004. Menurutnya, saat itu praktik jual beli suara bisa dikendalikan. Karena saksi masing-masing partai bisa mengontrol hal tersebut. Karena para saksi bisa konsentrasi memantau seluruh perolehan suara partainya.

Sedangkan pada Pemilu kali ini, para saksi yang ditugaskan partai mayoritas hanya memikirkan perolehan suara partai. Sehingga Caleg bisa bermain dengan harapan untuk mendongkrak perolehan suaranya.
Meskipun, praktik seperti ini selalu melibatkan penguasa. Artinya orang yang memiliki kewenangan untuk mengambil kebijakan tersebut seperti KPPS, sangat punya andil. Karena, hal itu tidak bisa dilakukan tanpa adanya pengesahan dari KPPS.

“Saksi sekarang kan masih menggunakan pola lama. Mereka hanya memantau perolehan suara partai saja. Padahal, suara Caleg bisa dimanipulasi atau dijual agar mendapatkan suara banyak dan bisa menduduki kursi. Hal ini yang terjadi saat ini,” paparnya.

Sumber:
http://www.surya.co.id/2009/04/14/jual-beli-suara-semakin-tak-terkendali/

Komentar & Pertanyaan yang santun pasti dimuat, iklan boleh tapi jangan berlebihan (SPAM)

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: