Dadang Hawari : Persiapan RSJ itu Wajar

Sejumlah Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di berbagai pelosok nusantara kini bersiap menerima pasien baru dari kalangan politisi.
Maklum, pasca Pileg 9 April nanti, diprediksi banyak politisi jadi gila gara-gara gagal duduk di kursi dewan. Apa penyebab mereka mengalami gangguan kejiwaan? Berikut wawancara dengan Prof Dr dr H Dadang Hawari SpKj, pakar psikologis Universitas Indonesia (UI).

Saat ini ada semacam kekhawatiran akan adanya ledakan orang gila pasca Pemilu legislatif. Menurut anda?
Ini manusiawi sebagai langkah antisipatif. Sebab, kemungkinan ke arah itu memang terjadi mengingat saat ini banyak caleg yang jor-joran harta untuk jadi dengan ekspektasi dan pengharapan luar biasa. Dampaknya, tingkat stres menjadi tinggi.

Apa penyebabnya?
Ya itu tadi, pertaruhan dalam pencalegan yang terlalu tinggi. Ketika gagal bisa saja menyebabkan gangguan jiwa. Kalau harapannya terlalu tinggi tapi tidak tercapai, kejiwaaan seseorang bisa tergoncang.

Ini semakin parah ketika dikombinasikan dengan kenyataan setelah gagal terpilih, hartanya juga sudah terkuras habis. Kemudian janji dari pihak-pihak yang memberikan harapan, bisa menimbulkan kekecewaan mendalam bagi batin sang caleg.

Apakah gangguan jiwa tersebut bisa berdampak gila atau hanya sekadar goncangan psikologis?
Tergantung pada banyak hal. Kondisi lingkungan, ketahanan mental dan lain sebagainya. Gangguannya bisa dari yang paling ringan hingga sampai sakit jiwa.
Saya sendiri memprediksi bakal banyak caleg yang mengalami stres tinggi dan bisa mengarah ke ganguan jiwa apabila gagal terpilih dalam Pemilu 2009 akibat persaingan di antara caleg semakin keras.

Lebih-lebih persaingan tak hanya antarcaleg antarparpol, tapi juga caleg dalam satu parpol lantaran aturannya menganut sistem suara terbanyak.

Apakah seseorang yang divonis terkena gangguan jiwa bisa sembuh?
Itu tergantung dari level atau tingkat stresnya sekaligus terapi apa yang tepat untuk menyembuhkannya. Pada satu kondisi banyak juga yang tidak bisa disembuhkan. Makanya ada persiapan untuk RSJ yang melayani terapi kejiwaan bagi caleg gagal ini.

Selain itu, depresi juga bisa mengancam kesehatan seseorang. Dalam beberapa kasus dalam Pilkada lalu, saya menemukan calon yang sakitnya semakin parah saat kalah. Kasusnya di Jawa Tengah, dia sudah jual semua hartanya, lalu kalah sampai sakit dan meninggal.

Apa solusinya?
Partai politik harusnya mampu mengantisipasi hal ini dengan menyiapkan mental para calegnya dalam menghadapi hasil Pemilu. Selain dipersiapkan untuk menang, caleg juga harus siap kalah.
Mendekatkan diri pada Tuhan, berpasrah diri adalah salah satu dimensi transeden yang bisa ditempuh untuk mengatisipasi gangguan kejiwaan akibat kegagalan itu.(aya)

Sumber asli: http://dutamasyarakat.com/1/02dm.php?mdl=dtlartikel&id=13880

Komentar & Pertanyaan yang santun pasti dimuat, iklan boleh tapi jangan berlebihan (SPAM)

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: