PARPOL : Kualitas CALEG? Apaan sih itu??

Mayoritas partai politik peserta pemilu telah mengabaikan proses rekrutmen para calegnya. Parpol terlalu disibukkan dengan persiapan memenangkan pemilu ketimbang memperhatikan kualitas para caleg.

Hal itu disampaikan Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Sebastian Salang, dalam peluncuran Kaukus Wartawan Indonesia (Kawan) dan Sarasehan Kebangsaan bertajuk ‘Popularitas Vs Kualitas: Meneropong Wajah Parlemen Indonesia Hasil Pemilu 2009’ di Gedung Joeang, Jakpus, Rabu (4/3/2009).

“Dengan ruang kebebasan atau ruang demokrasi yang terbuka begitu luas, maka semua orang latah ingin menjadi caleg. Nggak pernah punya pengalaman berpolitik, nggak pernah aktif di organisasi politik, lalu tiba-tiba karena ditawarkan kemudian orang mau menjadi caleg,” jelasnya.

Namun demikian , menurut Salang, kesalahan bukanlah pada mereka yang latah menjadi caleg, melainkan parpollah yang patut dipersalahkan atas hal ini.

“Karena partai-partai politik ini dikejar oleh syarat supaya setiap parpol harus mengajukan calon (legislatif). Karena itu, siapapun yang bersedia mencalonkan, parpol itu bersyukur sekali. Jadi, ada nama yang sekedar untuk dicalonkan saja itu tidak sedikit jumlahnya,” pungkasnya.
( lrn / ape )

Dikutip dari :
http://pemilu.detiknews.com/read/2009/03/05/000817/1094525/700/mayoritas-parpol-tak-peduli-kualitas-caleg

2 Tanggapan

  1. Bahkan kebanyakan yang di jumpai memang kemampuannya kurang memadai, ketika diadakan ajang kampanye malah menyuluh, karena tidak mengerti apa kampanye yang sebenarnya itu, Inti sarinya lepas dari sasaran bahkan yang disampaikan pesannya belum sampai pada masyarakat, sehingga kesannya hanya ikut-ikutan atau sebagai mata pencahariannya, seharusnya seorang caleg itu wawasannya harus luas mengerti akan sasaran yang di tuju bahkan programnya condong pada kepentingan masyarakat,/ untuk mensejahteraan masyarakat bukan kelompoknya semata.
    Terima kasih tulisan yang berkualitas, Sukses untuk anda.

    Regards, agnessekar.wordpress.com

  2. Setuju mbak Sekar, CAMAT saja ada sekolahnya (SPTDN), masa sih Indonesia tidak punya sekolah atau Akademi CALEG bahkan Universitas CALEG? Sepertinya perlu ada revisi fit & proper test dan pengkayaan proses seleksi dalam tubuh PARPOL yang harus tertuang dan diatur oleh Undang-Undang. Terima kasih atas Comment yang apresiatif. Sukses juga buat anda.

Komentar & Pertanyaan yang santun pasti dimuat, iklan boleh tapi jangan berlebihan (SPAM)

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: