Mulai Tebar Poster hingga Dor to Dor…

BANYAK jalan menuju Roma. Itulah kesan yang sekarang dilakukan politikus kita menghadapi Pileg 2009. Berbagai cara telah ditempuh, mulai pasang poster, baliho maupun penggalangan massa secara diam-diam.

Satu sama lain berbeda meski dalam partai sama. Bahkan antara caleg yang saat ini masih duduk di legislative, dengan caleg baru  metodenya berbeda. Begitu pula antara caleg  yang bertahan mencalonkan dari asalnya dengan caleg yang tahun ini pindah mencalonkan melalui partai lain.

Dan tentu strategi yang dilakukan berbeda pula. Halnya yang dilakukan para caleg Partai Matahari Bangsa (PMB), mereka lebih menerapkan strategi kampanye dor to dor.

Ini menyusul kebijakan pimpinan partai yang melarang para caleg PMB membuat poster dan baliho yang dipasang diberbgai jalan dan tempat strategis di kota maupun didesa, yang nota bene melanggar ketentuan berikut mengganggu kindahan lingkungan.

“Kami melakukan pendekatan kekeluargaan rumah ke rumah  menjelaskan visi dan misi partai kami kepada masyarakat. Kami larang para caleg kami memasang baliho dan poster. Kalaupun kami buat atribut hanya berbentuk stiker kecil kecil saja yang diberikan kepada warga,” kata Mudrik Abdul Malik SH, pengurus PMB Pamekasan.

Bisa jadi langkah itu lebih efesktif daripada membuat poster, spanduk atau atribut lainnya yang konsekuensinya menelan biaya begitu tinggi. Belum ada keberadaan segala atribut itu kerap dianggap mengganggu lingkungan.

Yang sangat penting, kata Mudrik, PMB mengancam akan mencoret atau menarik caleg PMB yang diketahui dan terbukti melakukan politik uang. “Partai kami baru, mungkin banyak orang miskin. Kami perjuangkan idealisme, karena itu tegas sangsinya bagi yang main uang,” tandasnya.

Sementara Khairul Kalam, caleg asal Partai Demokrat mengaku harus menempuh strategi sendiri untuk tetap bisa bertahan. Sebab caleg yang saat ini masih duduk menjadi anggota  DPRD dari PPP itu, kini mencalonkan kembali melalui partai lain. Karena itu dia mengaku menyusun strategi tersendiri.

“Konstituen kami bertanya mengapa kami mencalonkan dari partai lain. Kami perlu menjelaskan. Tentu harus punya alasan dan kiat untuk meyakinkan mereka. Namun sekarang suasana  berbeda, mereka sudah banyak faham tentang perubahan dan perkembangan politik,” paparnya.

Startegis caleg PBB, tentunya bedah lagi. Sekretaris DPC PBB Pamekasan M Suli Faris mengatakan para caleg PBB diberikan kebebasan untuk melalukan kampanye mendekati konstituennya dengan caranya sendri, yang penting tidak bertentangan dengan ketentuan, baik ketentuan perundang-undangan pemerintah maupun ketentuan partai.

Dia mengatakan tiap caleg PBB telah memiliki konstituen yang tersendiri sesuai dengan daerah pemilihan mereka. Yang paling pokok kata dia, kader PBB semuanya istiqomah, tidak ada yang mencalonkan melalui partai lain. “Kalau orang luar atau partai lain yang mencalonkan di partai kami ada. Ya kami terima ini kan berupa dukungan juga,” katanya. ( MASDAWI DAHLAN, Sumber Surabaya Post, Link)

Komentar & Pertanyaan yang santun pasti dimuat, iklan boleh tapi jangan berlebihan (SPAM)

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: