Apa kabar Reklame di Kota Surabaya?

Harian Surya melansir berita pada 24 Desember 2008 bahwa ada sekitar 3000 papan reklame terpasang di titik yang alokasi semestinya hanya 100 titik.

Data terbaru tentang jumlah titik reklame akhirnya diperoleh Surya. Meskipun sumber minta dirahasikan, data yang diberikan tak perlu diragukan keabsahannya. Berdasar data ini bisa diketahui jumlah reklame liar.
Ada deretan angka yang membingungkan untuk ukuran orang awam, karena terkait perhitungan pajak di Dinas Pajak. Namun, secara sederhana bisa dilihat jumlah titik reklame untuk setiap kawasan.

Laporan hasil survei Desember 2008 ini yang paling mencolok adalah jumlah titik reklame yang tercatat mulai Bundaran Waru hingga perempatan Jl Perak Barat- Jl Jakarta.
Ternyata di jalan poros utama Surabaya ini Dinas Pajak hanya mencatat tidak lebih dari 113 titik reklame. Padahal, ruas jalan sepanjang 14,4 kilometer ini adalah jalan kelas arteri primer Surabaya.

Ruas ini merupakan lokasi reklame paling diburu, karena menjadi lalu lintas utama yang menghubungklan antarkota dan tengah kota. Bahkan, di ruas jalan ini terdapat reklame terbesar dengan luas bidang 700 m2 di persil Kebun Binatang Surabaya.

Tetapi, lihat saja faktanya. Setiap orang bisa menghitung jumlah reklame di sepanjang jalan ini. Surya mencoba menghitung satu persatu jumlah reklame itu mulai Bundaran Waru hingga Jl Layang Mayangkara.

Hasilnya di luar dugaan. Di sepanjang Jl A Yani saja terdapat 58 buah titik reklame berukuran lebih dari delapan meter persegi. Rata-rata berukuran 30 m2.
Jika digabung dengan reklame neon sign atau reklame berkaki satu yang ukuran di bawah delapan meter persegi, jumlahnya menembus 98 buah reklame. Reklame jenis ini menghiasi sepanjang rel KA, trotoar, hingga Taman Mayangkara.

Dari Taman mayangkara hingga jembatan Wonokromo yang berjarak 800 meter, ada 12 reklame ukuran di atas delepan meter persegi. Artinya, di sepanjang 3,2 kilometer antara Bundaran Waru hingga Jembatan Wonokromo terdapat 119 papan reklame.

Jumlah ini sudah melebihi angka yang terdapat dalam data pemkot. Padahal, ini belum termasuk menghitung kawasan paling padat papan reklame di Surabaya yaitu di koridor Jl Basuki Rachmad yang terdapat 31 reklame ukuran di atas delapan meter persegi.

Belum bisa dihitung jumlah reklame Waru-Perak. Namun, ada yang menghitung 3.000 lebih papan reklame yang berjejal di lokasi yang peruntukanya untuk 100 lebih titik ini.

Kok bisa aman? Mantan Ketua Komisi B DPRD Surabaya (1999-2004) Arief Indrijanto membocorkan modus biro reklame sehingga papan reklamenya aman dari pembongkaran.
Menurut Arief, biro kerap melobi ke dewan dan pemkot, terutama tim pembongkar reklame, agar reklamenya bisa berumur lebih panjang. Maka, tidak heran kalau data reklamenya sedikit, namun jumlah reklamenya banyak. “Itu tidak gratis,” katanya.

Setiap memanjangkan umur reklame setiap hari ada tarifnya. Harganya bergantung negosiasi, titik reklame dan materi reklame. Bahkan tabiat dewan yang diakuinya buruk pada masanya itu ternyata tetap awet sampai saat ini. Dewan tidak mengkritisi, kata Arief, malah banyak yang menjadi beking.
Ketua Komisi D DPRD Surabaya Armudji kepada Surya membantah jika dewan menjadi beking pengusaha reklame. “Kami tidak mau main-main,” elaknya.

Komisi yang mengurusi masalah pembangunan ini bahkan mengaku tidak tahu jumlah pasti titik reklame di Surabaya. Kata dia, selama ini pengelolaan reklame tidak pernah terbuka. Karenanya, mana reklame yang izinnya habis alias liar dan mana reklame yang membayar pajak tidak terdeteksi.
Anggota Komisi A DPRD Surabaya Ahmad Suyanto mengatakan, dewan sedang menyiapkan dua agenda untuk menjawab carut-marut penataan reklame. Interpelasi dan membentuk pansus reklame guna membuat tim investigasi. “Ini untuk membuktikan bahwa dewan serius mengungkap kebobrokan pengelolaan reklame,” katanya. /Kuncarsono Prasetyo (dikutip dari : http://www.surya.co.id/web/Surabaya-Raya/Carut-Marut-Penataan-Reklame-di-Kota-Surabaya-100-Titik-Dijejali-Ribuan-Reklame-Liar.html)

Komentar & Pertanyaan yang santun pasti dimuat, iklan boleh tapi jangan berlebihan (SPAM)

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: