Jual Beli Balita di Hyper Market Surabaya?

Banyak tumbuh Super Plaza dan Hyper Market di Surabaya, menggantikan Rezim Pasar Orde baru seperti Pasar Turi dan Pasar Wonokromo. Meskipun di Pasar-pasar konvensional semacam Pasar Turi, Pasar Wonokromo atau pasar Atom, para konsumen masih memiliki Bargaining Position yang relatif kuat, namun semua Privilege dan prestige yang dibawa SuperPlaza dan Hyper Market, mampu menaklukan pertahanan warga Surabaya untuk mau tidak mau memasuki dunia belanja yang lebih modern dan maju.

Sayangnya, gaya belanja ini masih tidak diiringi dengan gaya dan pola belanja masyarakat modern pada umumnya. Kebiasaan mengangkut semua anggota keluarga saat berbelanja adalah salah satu ciri khas bangsa Indonesia yang bisa setiap saat anda temui di pusat-pusat perbelanjaan paling modern sekalipun.

Setiap kali melihat kemunculan Super Plaza baru, sebagian besar konsumen di Indonesia, seperti menemukan tempat wisata keluarga baru yang cukup representatif, murah meriah dan nyaman. Sepanjang koridor Super Mall dan tiap kolom-kolom departement store dipenuhi dengan pasangan suami istri, lengkap dengan anak-anaknya dan tak jarang membawa pula kakek nenek, keponakan, paman dan tante juga pembantu.

Konsep awal dan fungsi sebuah pusat perbelanjaan perlahan bergeser. Bagi anda yang terbiasa dengan pikiran lurus dan linier bahwa jika melangkahkan kaki ke super Mall hanya untuk berbelanja atau shopping, bersiap-siaplah mendapat ‘pemandangan’ lain dan ‘hiburan’ tambahan.

Keranjang dorong barang belanjaan penuh dengan anak-anak Balita yang sumpah mati bukan termasuk barang dagangan yang disediakan di rak-rak supermarket. Mereka adalah anak-anak atau mungkin keponakan yang sudah dibawa sejak dari rumah oleh para konsumen.

Bahkan jika anda melihat koleksi foto yang saya ambil dari HP ini, anda juga akan melihat betapa kereta dorong untuk bayi beralih fungsi menjadi kereta pengangkut barang belanjaan. Anda juga bisa melihat kereta dorong milik super Mall diisi oleh dua bahkan tiga anak Balita sekaligus.

Fenomena apakah ini? Saya lebih suka menyebutnya sebagai Ke-Khas-an kaum urban kota yang belum memiliki pemahaman memadai soal etika dan attitude dalam berbelanja.  Terbukanya akses Super Mall yang demikian lebar, banyaknya kompetitor Super Market yang dulunya hanya dikuasai oleh Matahari Departement Store, Sarinah, Gelael yang notabene hanya mampu diakses oleh kalangan eksklusive tertentu, kini telah mencair dan bisa diakses oleh hampir dari seluruh kalangan kelas ekonomi manapun.

Inikah salah satu bentuk keindahan Demokrasi dan matinya Feodalisme kelas Borjuis?

Bagaimanakah dengan efek konsumerisme dan hedonisme yang akan pula menjangkiti kelas pekerja bahkan kelas proletar seiring terbukanya akses-akses Super Mall? Bukankah asset dan kapital mereka sudah di ‘design’ sedemikian rupa hanya cukup untuk mengkonsumsi produk-produk Pasar tradisional?

Apabila dampak yang mengikuti kemudian merembet ke ambruknya kekuatan pasar-pasar tradisional alias ekonomi kelas bawah, maka bukan hal yang terlalu ajaib apabila kelak di kemudian hari Kelas Urban kota yang menginsyafi tingkah laku shopping di Super Mall perlahan kembali ke pola lama dengan berbelanja di pasar-pasar tradisional menjadi kehilangan banyak pilihan, karena pasar-pasar tradisional telah banyak yang berjatuhan dan menghilang dari permukaan.

Premis lain menyatakan bahwa kelas urban kota akan semakin beradaptasi dengan gaya belanja di Super Mall, sehingga akhirnya melakukan perilaku-perilaku kriminal, penyimpangan dan manipulasi di tempat kerja mereka, bahkan menghalalkan segala cara untuk memenuhi target selera belanja mereka. ***

Komentar & Pertanyaan yang santun pasti dimuat, iklan boleh tapi jangan berlebihan (SPAM)

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: